Wednesday, 2 December 2015

Doa itu bernama mudah-mudahan

Assalamualaikum people!

Setiap harapan akan menimbulkan doa.

Jika aku hendak melakukan perjalanan jauh, mudah-mudahan di sebelahku adalah orang yang ramah. Yang mampu mengawali penbincangan sebab aku orang yang sulit memulakan bicara.

Jika aku hendak tidur, mudah-mudahan aku bermimpi yang baik. Jika aku tidak memimpikanmu (kerana aku tidak pasti siapa kamu), mudah-mudahan aku masih bisa bangun esok pagi.

Jika besok hari berganti dan aku harus melalui malam ini sendiri (lagi), mudah-mudahan banyak buku yang bisa aku habiskan.

Jika aku lelah memasak sayuran di dapur hari ini, mudah-mudahan rasanya enak. paling tidak bisa aku nikmati sendiri. jika tidak enak, mudah-mudahan aku bisa memasak yang lebih enak di waktu lain.

Jika aku punya satu pinta dari ayahanda dan keluarga, mudah-mudahan mereka berlapang dada menunaikannya!

Jika aku duduk manis menunggu pesawat yang delay 4 jam, mudah-mudahan aku tidak lupa membawa buku di tas tangan. Handphone bukanlah teman terbaik untuk menunggu.

Jika aku harus menghabiskan hidup ini, mudah-mudahan aku menghabiskannya denganmu dalam melalukan amal-amal baik. Hidup sendiri memang asyik, tapi hidup berdua ke arah kebaikan akan lebih menarik bukan?

Sekian. 

No comments:

Post a Comment