Wednesday, 6 April 2016

Abah

Abah...

Abah adalah laki-laki paling khawatir ketika anak perempuannya jatuh cinta.
Ketika usia anaknya bertambah menjadi kepala dua, bukan kepalang beliau siang malam memikirkan segala kemungkinan. 

Laki-laki seperti apa yang nanti yang  akan anak perempuannya ceritakan. Cerita yang mau tidak mau seperti petir di lautan siang-siang. Kekhawatiran itu tidak berlebihan, sebab sepanjang pengetahuannya tidak ada laki-laki yang baik di dunia ini kecuali dirinya sendiri.. entah kali ini abah boleh menyombongkan dirinya kerana kenyataannya memang begitu. 

Tidak ada laki-laki yang cintanya paling aman selain abah. Emak sendiri mengakui. Abah adalah laki-laki yang paling takut anak perempuannya jatuh cinta. Laki-laki mau sebaik apapun tetaplah brengsek baginya. Berani-berani membuat anaknya jatuh. Cinta pula! Sudah dibuat jatuh, dibuat cinta pula. 

Benar-benar tidak masuk akal. Malam itu ketika dikira anak perempuannya terlelap, abah berbicara kepada emak di ruang tamu tentang segala kemungkinan yang akan terjadi bila anak perempuannya di ambil orang, tentang sepinya rumah ini, tentang masa tua, tentang hidup rumahtangga. 

Ku kira abah berlebihan, tapi warna suaranya menunjukkan kepedulian. Aku yang sedari tadi pura-pura tidur mendengarkan. Semoga aku bertemu dengan laki-laki yang lebih bijaksana daripada abah, kerana aku membutuhkan kebijaksanaannya untuk memintanya tidak meninggalkan abah dan emak sendirian. Ku harap ada yang mengaminkan. 


No comments:

Post a Comment