Friday, 12 September 2014

Mencari tahu

Assalamualaikum people! 

Tahukah kita seandainya setiap orang faham bahawa mencintai bukan hanya sahaja soal waktu, soal keberanian atau soal kesempatan, namun soal keimanan dan  ketaqwaan.

Bila setiap orang sedar bahawa tidak semua perasaan itu tidak harus dituruti, tidak harus dikatakan, tidak harus ditindaklanjuti. Kan sudah ku bilang urusan ini bukan sekadar urusan waktu dan keberanian, tapi urusan keimanan dan ketaqwaan.

Tahukah kita terlalu banyak orang kehilangan sabar, tidak mampu memahami keadaan, terlalu terburu-buru mengungkapkan sesuatu, tidak berfikir dua kali untuk bertanya-tanya. Apakah kiranya Tuhan redha dengan tindakannya.

Tahukah kita pada akhirnya orang yang bisa membersamai kita bukanlah dia yang lebih cepat atau lambat. Tetapi dia yang bisa mengiringi langkah kita. Langkah yang sama jauhnya sama pendeknya. 

Tahukah kita memandang seseorang saat ini tidak lagi bisa dilihat dari sekadar pakaian dan isi otaknya. Sudah menjadi bias mana yang asli mana yang palsu. 

Seandainya semua orang tau bahawa mata tidak lagi bisa mengenali dengan jujur tapi tidak semua orang faham bahawa dia memiliki mata hati. Hati mengenali hati. Mata hanya mengenali fisik. 

Tahukah kita diri kita dan apa pun yang kita miliki adalah hal yang paling baik untuk kita, bukan untuk orang lain. Apa yang dimiliki orang lain itu yang terbaik untuk mereka bukan untuk kita.

Seandainya kita faham konsep kecil ini, kita tidak perlu iri hati. Sayangnya di antara kita saling membandingkan lalu menyakiti diri sendiri. 

Tahukah kita, waktu kita tidak banyak, sayangnya di antara kita banyak lupa waktu. Aku pun begitu. 


Sekian. 

No comments:

Post a Comment