Assalamualaikum people!
Tahukah kita seandainya setiap orang faham bahawa mencintai
bukan hanya sahaja soal waktu, soal keberanian atau soal kesempatan, namun soal
keimanan dan ketaqwaan.
Bila setiap orang sedar bahawa tidak semua perasaan itu
tidak harus dituruti, tidak harus dikatakan, tidak harus ditindaklanjuti. Kan
sudah ku bilang urusan ini bukan sekadar urusan waktu dan keberanian, tapi
urusan keimanan dan ketaqwaan.
Tahukah kita terlalu banyak orang kehilangan sabar, tidak
mampu memahami keadaan, terlalu terburu-buru mengungkapkan sesuatu, tidak
berfikir dua kali untuk bertanya-tanya. Apakah kiranya Tuhan redha dengan
tindakannya.
Tahukah kita pada akhirnya orang yang bisa membersamai kita
bukanlah dia yang lebih cepat atau lambat. Tetapi dia yang bisa mengiringi
langkah kita. Langkah yang sama jauhnya sama pendeknya.
Tahukah kita memandang seseorang saat ini tidak lagi bisa
dilihat dari sekadar pakaian dan isi otaknya. Sudah menjadi bias mana yang asli
mana yang palsu.
Seandainya semua orang tau bahawa mata tidak lagi bisa
mengenali dengan jujur tapi tidak semua orang faham bahawa dia memiliki mata
hati. Hati mengenali hati. Mata hanya mengenali fisik.
Tahukah kita diri kita dan apa pun yang kita miliki adalah
hal yang paling baik untuk kita, bukan untuk orang lain. Apa yang dimiliki
orang lain itu yang terbaik untuk mereka bukan untuk kita.
Seandainya kita faham konsep kecil ini, kita tidak perlu iri
hati. Sayangnya di antara kita saling membandingkan lalu menyakiti diri
sendiri.
Tahukah kita, waktu kita tidak banyak, sayangnya di antara
kita banyak lupa waktu. Aku pun begitu.
Sekian.

No comments:
Post a Comment