![]() | |||||||
Bismillahirrahmanirrahim.
Teringat saat aku putuskan hubungan terlarang kita. Saat itu,
aku ingin belajar menjadi lebih baik.
Kau begitu marah padaku. Tapi aku lebih takut pada murka
Allah AzzaWaJalla. Tak apa kau begitu marah padaku, sampai kau putuskan
hubungan ukhuwah kita.
Kau tak mau mengenalku lagi, inilah yang paling aku benci
dari hubungan terlarang. Awalnya begitu indah. Akhirnya begitu rendah. Tak ada lagi
keindahan yang ada hanya kebencian. Hingga aku tahu mengapa hubungan itu begitu
terlarang. Kerana setelah keindahan itu hilang yang datang kebencian yang
nyata, hilang pula ukhuwah Islamiyah di antara kita.
Aku bersyukur, aku tersedar sebelum aku tersungkur...
Begitu bencinya kau padaku hingga masa dimana kau berkata,
kau mencintaiku namun begitu menyakitkan aku tidak membalas cintamu.
Maafkan aku, aku
lebih rela kehilangan cintamu daripada aku harus kehilangan cinta sejatiku,
Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Perih ini menjalar begitu saja ketika kau sekat aku dari melihatmu walau sekadar dari kejauhan. Namun perih ini pasti akan di gantikan dengan yang lebih baik, itu
janji-Nya. Daripada aku menanggung perih dalam siksa api nerakaNya kelak dengan
bahagiaku di dunia...
Lebih baik aku menanggung perih sekarang dan aku akan
mendapatkan yang jauh lebih baik, iaitu bahagia dengan pilihanNya dan bahagia dalam
surgaNya. Kini aku tahu, mencintai memang sangat mudah, tapi untuk meraih
cinta kadang sangat sukar. Maka aku mulai belajar untuk mencintai tanpa
harus aku terima balik cintamu. Namun semua itu tak berlaku padaNya. Aku
mencintaiNya. Dia lebih mencintaiku. Aku melupakanNya. Dia tetap
memberiku kasih sayang. Ketidakadilanku padaNya membuatku semakin jatuh
cinta padaNya. Sehingga aku mampu segera melupakanmu.
Aku memang tak pernah
tahu apa itu jatuh cinta, setelah aku kehilangan cintaku. Begitu pun
dengan apa yang aku rasakan, telah lama aku kehilangan rasa, hingga aku tersedar
dari kekakuanku. Aku benar-benar merasakan jatuh cinta. Terasa setelah
aku kehilanganmu. Aku jatuh cinta pada Allah, aku begitu merindukanNya. Maafkan
aku mantan kekasihku. Kerana aku telah jatuh cinta pada Kekasih Terindah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Barakallahufikum...
Salam Terkasih...
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...


No comments:
Post a Comment